Tampilkan postingan dengan label galau jodoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label galau jodoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 September 2015

Bu, Pengen Mantu yang Gimana?

my lovely mother :*

Lagi-lagi galau, lagi-lagi ngomongin jodoh, hmm dasar anak muda labil.. ada yang nyatain cinta.. kebingungan *sok laku bener* -__-, gak ada yang ngajakin jalan.. kesepian.. ehh beneran labil gw ini hahahaaa

Gw senang tanya-tanya random ke orang-orang, termasuk emak gw, nah ketika lagi nonton tv bareng, tiba-tiba teringat, kayaknya emak gw belom pernah cerita apa-apa perihal menantu idaman versi dia, jadilah gw tanyakan.. ehm

gw   : bu, ibu pengen mantu yang gimana?
doi   : yang bisa selalu doakan ibu kalo ibu udah meninggal
gw   : haaaaa...??? sesimpel itu?
doi   : emang gampang cari yang begitu?
~hiks, iya susah juga yaa palagi jaman sekarang, tapi pasti ada yes! hehehe~

gw   : harus kaya ngga?
doi   : rezeki udah Allah yang atur, menikah itu buka pintu rezeki, kamu kan masih muda, masih bisa kerja keras sama suamimu nanti
~hiks, jadi terharu~

gw   : harus ganteng ngga?
doi   : ganteng itu bonus, ati-ati casing bisa menipu
~hiks, makin terharu dan waspada~

gw   :  pangkat atau jabatannya harus tinggi ngga?
doi  : syukur2 berpangkat dan berakhlak.. eeeh kamu lihat itu anaknya bu *piiip*, pangkatnya dia di institusi *piiiip* sudah lumayan, tapi gimana perlakuan dia ke ibu kandungnya sendiri? hampir 4 tahun gamau ke rumah ibunya, boro-boro tau ibunya yang sebatang kara tinggal di kampung hari ini makan apa, mungkin ibunya masih hidup atau udah meninggal dia ngga mau tau, berapa kali lebaran berapa kali puasa juga udah ga pernah nengokin ibunya, boro-boro ibunya dikasih nafkah, dicukupi kebutuhannya sebagai janda tua, ditelfon aja ngga pernah... masak sih pejabat gak mampu beli pulsa? ga mampu beli tiket pulang kampung nengokin ibunya? dia pernah layat saudaranya yang meninggal, dan di situ ada ibu kandungnya juga, betul-betul didiemin ibunya sendiri, jangan harap dicium tangan dan keningnya, disapa aja engga, kerasukan setan mana sih dia? udah mati tuh hatinya, padahal siapa yang berjuang mati-matian utang sana-sini, jual emas, jual ternak demi dia bisa sesukses ini? ibunya! siapa yang mendoakan dia sepanjang waktu supaya si anak diberi kehidupan jauh lebih baik dari kehidupannya sendiri? ibunya!
gw   : itu mah oknum kali
doi   : itu bukan oknum, itu anak durhaka yang lagi nunggu azab Allah
gw   : ibunya salah apa ya?
doi  : ibunya mengijinkan dia menikah pada orang yang salah, mungkin menantunya malu punya mertua orang kampung yang bodoh. Itulah orang yang akhlaknya kerdil. Inget ya, sesukses apapun anak kalau menelantarkan orangtua itu ga akan berkah hidupnya, ga akan lama bahagianya.. karena nyakiti hati orangtua sama aja nyakiti hati Allah

~entah kenapa setiap cerita tentang nasib bu *piiip* yang terlupakan oleh anaknya sendiri itu, emak gw juga suka ikutan emosi, menggebu-gebu kayak mahasiswa minta harga bbm turun, meledak-ledak kayak ban sepeda yang kelamaan dipompa hehe, yah karena sama-sama ibu dan punya anak kali yaa, ngerasain gimana berjuang susah payah besarin anak sampai bisa jaya, tapi dilupakan juga.. ~naudzubillahimindzalik~

gw   : jadi gimana dong?
doi   : yang penting akhlaknya baik, bisa mendoakan ibu, ga bikin sakit hati orang tua, terutama bisa bimbing kamu dan melindungi keluarga kamu nanti dari pedihnya siksa api neraka
~hiks, lagi-lagi terharu gw~

Okelah, jadi PR besarnya adalah.. gw yang banyak banget dosanya ini harus terus perbaiki diri, belajar jadi pribadi yang lebih baik lagi, berpikiran positif dan produktif juga memantaskan diri gw karena Allah.. supaya Allah beri orang yang tepat untuk masuk menjadi bagian dari keluarga besar gw.. sebagai apa? sebagai papapnya anak-anak gw kelak dong.. aaaamiiiiinn... 

Jumat, 29 November 2013

Kriteria Jodoh Kita?

kapan? dimana? sama siapa? lalu berbuat apa? *dasar orang galau* :p

umur gue sekarang 21 tahun, dan gue mulai merasakan agak-agak galau atas siapa yang akan menjadi imam untuk gue, menjadi tempat berbagi cinta, ilmu, kasih sayang, tempat bersandar, berkeluh kesah, bermanja-manja, mengabdikan diri, partner hidup, partner bisnis yaaaaaaa... siapa yaa??

hidup memang penuh misteri, dan hanya waktu yang bisa mengupas misteri itu..

pada akhirnya, kalo kita serius ikhtiar, rencana Allah bakalan jauh lebih indah dari yang kita bayangkan. begitupun dengan pendamping hidup, Allah jauh lebih tau yg kita butuhkan dan yg terbaik untuk kita, dibanding kita sendiri. Hey! kita cuma bisa liat yg kasat mata doang, itupun ga selalu benar!

inilah tips dari gue dalam memilih pasangan hidup, berdasarkan nasehat orang2 di sekeliling gue yang gak ikhlas gak ridho kalo gue terjebak dalam cinta yang salah #cieh *mereka baik sangat yaa*

Pertama, sebagai muslim, kita percaya, suatu hal yang pasti terjadi pada kita adalah.. kita akan mati, entah kapan dan bagaimana caranya, itu rahasia Allah.

tujuan kita hidup adalah untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya amalan sebagai bekal kita di akhirat. Man! kehidupan yang hakiki itu adanya setelah ruh kita dicabut, amalan kita ditimbang, dan diputuskanlah kita pantas menghuni surga atau neraka.

Kalian pernah celupin telunjuk ke laut? iyak, air yang tertinggal di telunjuk kalian itu diibaratkan sebagai kenikmatan duniawi sedangkan air laut yang sangat melimpah ruah itu diibaratkan sebagai kenikmatan di akhirat (seriously kata guru ngaji gue) 

Nah, jadi hal pertama yang menurut gue tidak bisa ditolerir alias MUTLAK diprioritaskan untuk standarisasi calon kita adalah agamanya, terutama karena gue perempuan, gue butuh seorang laki-laki untuk menjadi imam gue dan anak-anak gue kelak, yang membimbing, menuntun dan mengajarkan kebaikan ke gue (dan anak-anak gue hihi).. Lu gak mau kan menghabiskan sisa hidup lu untuk seseorang yang hanya akan membawa lu ke neraka?? naudzubillah, aduh mak kalo ngomong neraka.. pedihnya ga kebayang ye

Seperti pesan Rasulullah "Seseorang dinikahi karena 4 hal, ketampanan/kecantikan, harta, keturunan dan agama, maka utamakanlah yang beragama niscaya kamu akan selamat dunia akhirat" begitu kira-kira. Jelaskan?

Gue yakin banget itu betul! ya karena Rasulullah ga mungkin bohong, beliau sayang banget sama umatnya, sampe2 milih jodoh juga dikasih tau gimana baiknya, yoi gak?



kriteria agama juga ada di poin pertama dalam buku ini 



Buat yang belum menikah (lah, gw dong wkwk) ga usah buru2 mutusin siapa jodoh kita, balik lagi ke pesan Rasulullah tadi, cari yang "beragama", karena bila seseorang memiliki pengetahuan agama dan akhlak yang baik, ia pasti tahu cara memperlakukan pasangan hidupnya, ketika ia marah tidak akan menzhalimi pasangannya (menyakiti fisik dan lisan, menelantarkan dll), maka tentram dan damailah keluarga itu. Mereka jelas paham pahala dan dosa. Mengerti bahwa menyakiti pasangan adalah dosa dan membahagiakan pasangan adalah pahala, aaah itu penjabaran yg terlalu simple! tapi itu penting!

bukankah kita menikah untuk mendapatkan ketentraman dan ketenangan?

Kalau kita semua paham makna yang diucapkan seorang laki-laki ketika berijab qabul, perjanjian antara si calon suami dengan Allah yang disaksikan oleh para malaikat dan manusia.

"saya terima nikahnya fulan binti ayah fulan dengan maskawin bla bla bla"

maknanya adalah "maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yang telah dia lakukan dari tidak menutup aurat sampai dia meninggalkan sholat, semua yang berhubungan dengan si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta aku tanggung semua dosa calon anak2ku"

jika gagal : "maka aku adalah suami yang fasik ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku" (HR. Muslim)

Begitu dahsyat pengorbanan suami terhadap istri, maka pilihlah pasangan yang baik, bukan hanya untuk dunia kita, tapi juga untuk akhirat kita, manusia hidup berapa tahun sih di dunia? syukur2 60 tahun, 80 tahun, 100 tahun uda langka banget, dan berapa sih lamanya masa di akhirat? lamaaaaaa banget man, 1 tahun di dunia itu 1000 tahun di akhirat, jadi itung sendiri deh kalo seandainya kita diberi umur yaaaa misalnya sampai 80 tahun? ga nyampe 24jam nya akhirat kan??!! yaa.. makanya orang bilang hidup di dunia itu singkat~

nah.. bukan berarti kita jadi akhirat oriented yang dunianya dilupakan, engga dong! baca poin berikutnya..

Kedua, "carilah yang memiliki potensi sebagai orang kaya" ini kata pakde Mario Teguh!

hyaa bener! semua orang bisa melihat hasil, tapi hanya sedikit yang bisa melihat potensi, potensi menjadi orang kaya adalah yang gigih, tekun, tanggung jawab, pantang menyerah, dan jujur.

Calon lu belom punya rumah? mobil? deposito? ac? magicjar? springbed? lcd tv? *mau buka lapak kali yee* atau malah masih luntang-lantung cari kerjaan? selow.. selow.. asal dia punya potensi sebagai orang kaya, someday yakin aja bisa! udah buanyak banget cerita orang sukses yang dulunya dia penuh duka merana sengsara ga pernah hura-hura :p

sesuai dengan janji Allah "man jadda wa jada" ~siapa yang bersungguh2 pasti akan berhasil~

Roda kehidupan selalu berputar man, yang kaya bisa miskin, yang miskin bisa kaya, ga ada bahagia yang abadi.. ga ada juga kesedihan yang abadi, semua punya kesempatan yang sama buat sukses, ga peduli sekalipun lu anak petani miskin, orang susah atau anak dll dll dengan bersungguh2, atas izin Allah, pasti bisa jadi orang hebat entah dari pintu rezeki yang mana.

Oke, materi emang cukup penting ketika berumah tangga (ini kata emak gue) tapi bukan berarti kita jadi cewek matre yang baiknye ke laut aje, hidup bareng cumi-cumi dan teripang

No, no, pertama, kita harus punya definisi sendiri atas "kaya" yang kita maksud, kalo gue sih yang penting hidup diatas berkecukupan, alhamdulillah, kalo belum, yaa terus berusaha, semakin banyak rezeki, semakin banyak juga kan yang bisa kita amalin? hehe

Ketiga, cari yang bisa melengkapi kekuranganmu

kalo gue kekurangan banyak duit? trus cari cowok yang punya banyak duit gitu? GUBRAK! bukan itu ya sodara-sodara maksud beta.

tips ini berdasarkan nasehat penumpang kereta yang selama perjalanan semarang-jakarta cerita panjang lebar tentang "mencari jodoh"... ternyata doi anak psikologi, sekampus pula! toweweweww

doi : mbak udah ada calon belom?
gue: enggggg.....
doi : kalo lagi milih, jangan cuma fokus sama kelebihannya, anggep aja itu bonus, liat kekurangannya juga, bagusnya sih yang punya kekurangan beda sama kita, biar saling melengkapi, terutama kalo tau kekurangannya itu tempramental, emosian dan mudah terbakar *kayak bensin aje haha* sedangkan diri sendiri juga begitu, mending searching2 lagi lah hahaha, kalo sama2 tempramen, suka lepas kontrol, egois.. nanti sering ribut loh
gue: waduh pr banget yak

Kata orang, jodoh itu emang saling melengkapi :-)

Keempat, cari yang bikin kita nyaman

Pernah ga sih lu ngerasa risih berlama2 dengan seseorang dan pengen cepet2 pisah? atau sebaliknya, lu ngerasa bahagia dan nyaman banget ketika ada di sisi seseorang, tiba2 kangen, pengen ngabisin banyak waktu bareng2, sampek terbayang bersedia hidup bareng2, saling merawat hahaha, poin 1, 2, 3 emang penting tapi poin yang ini juga amat penting *dung dung cess* iyaaaa namanya juga milih teman seumur hidup, harus sama2 saling menyamankan satu sama lain kan.. #apadeh

Okay,

Menurut gue itu 4 hal penting yang harus dipertimbangkan ketika kita masuk fase serius menentukan pendamping hidup, jangan memilih karena kedudukannya, parasnya, silsilah keluarganya atau apalah yang menurut gue cuma hadiah semata.

Kalo lu udah nemu pendamping dengan 4 kriteria itu; akhlaknya baik, giat bekerja, melengkapi kekurangan lu dan nyaman bersamanya, segera deh minta dilamar hahaha, kalo muncul keragu-raguan percayalah itu datangnya dari syaiton

memilih pendamping hidup bukan kayak beli gadget yang kalo lu bosen, lu bisa ganti sesuka hati tanpa harus merasa bersalah..
bukan kayak makanan yang kalo lu ga doyan, boleh lu kasih ke orang lain..
bukan kayak kunci yang bisa diduplikatin sebanyak-banyaknya..

memilih pendamping hidup adalah memilih seseorang yang dengan sadar, kita rela mencurahkan waktu, pikiran dan tenaga kita untuk kebahagiaannya..
kita beri perhatian, kasih sayang, dan berjuang bersama-sama menguatkan kembali jalinan asmara yang kapan saja bisa renggang, entah karena ribut, bosan atau hal-hal lain yang sebenarnya membuat hidup kita lebih berwarna..

toh pada akhirnya, kemanapun lu pergi, lu akan kembali pada keluarga lu, bertemu belahan jiwa lu, melepas rindu, menurut gue, sayang banget kalo ada orang yg memutuskan untuk tidak menikah demi karier semata.. buset.. menikah itu menyempurnakan agama kita dan dalam berkelurga itu banyak pahalanya! dan apakah lu ngga mau punya anak-anak yg nanti akan merawat dan mendoakan lu ketika lu udah wafat?? *istigfar gais*

kalo kata guru ngaji gue milih jodoh itu kaga usah ribet, kuncinya 3, yaitu "seiman, baik akhlaknya dan mau sama kamu"

nah kalo kata temen gue @Anzuwa06 mau gimanapun kriteria jodoh kita, kita tetep harus memantaskan dan memperbaiki diri karena rumusnya kan cowok baik buat cewek baik.. begitupun sebalikya.. tapi kadang kita ngerasa ada cowok baik dapat cewek buruk atau sebaliknya, yah pandangan manusia bakal menilai mereka sebagai jodoh yang salah/ ga sederajat/ ga sekufu, tapi mata Allah jauh lebih jeli melihatnya, karena tidak ada 1 pun peristiwa yang terjadi tanpa ada hikmah di baliknya.

yah okee gue sadar betul tiap individu punya kriteria jodohnya sendiri, tulisan ini buat self-reminder aja kok :) *ehh tapi syukur2 ada yang berubah pikiran setelah baca tulisan ini, kan gue jadi dapet pahala tho? wahahaha*

gue doain yak semoga yang tadinya cari calon cuma berdasarkan uang-uang-uang atau cantik-ganteng, sekarang bisa lebih prioritasin imannya :) kalo udah gitu berarti tinggal belajar dan usaha bareng2 biar rumah tangganya sejahteraaaaaa kekekekeke

biar dunianya dapet, akhiratnya juga dapet :-) aaaamiiiinn


Selasa, 21 Mei 2013

Setia pada negara dan pasangan hidup

gue salut banget sama seorang tentara
ini akan gue ceritain
experiences in Kalimantan
Juni 2012 gue ikut rangkaian acara Kopassus di Kalimantan, banyak banget hal menarik yang gue dapet, di situ gue pertama kalinya naik hercules, makan T2, tinggal di camp tambang, berinteraksi dengan Suku Dayak, mandi di sungai yang airnya merah, makan daging rusa, makan arbei di hutan, menghirup anding dan mengamati orang utan di habitat aslinya dan muasiih banyak lagi *ah kapan2 deh gue ceritain tentang serunya di Kalimantan kemaren*

ohya. hari pertama gw di pos, perkenalan sama seluruh anggota, hari kedua jeng jeng! ada yang nembak gw duaar! padahal gw ga begitu kenal sama itu abang, hari ke-sekian ada juga yang nembak gw.. astaga padahal si abang ini di facebooknya, jelas-jelas ceweknya lagi estrus (postingannya sayang2an alay semua), ceweknya nan jauh di sana lg kangen eh di sini abangnya nembak cewek lain alesannya "kan belum jadi istrinya, sah-sah aja dong kalo saya cari yang lebih baik buat jadi istri saya" ~dung dung pret

oh jadi gw lebih baik dari kekasihnya yaa *ketawa setan* tapi ga sebego itu juga gw, dimana2 cewek yang lebih baik itu banyak, dan kelakuan kayak begini pasti bakal keulang lagi..lagi dan lagi kalo dia nemuin yg lebih baik lagi

trus juga, kayaknya gw ga pernah ngasih tau no hape gw, tapi kesebar gitu aja, ya pada telfonin gw lah sms-sms ga penting, sampe ujung-ujungnya terjadilah kasus paling ga penting dalam hidup gw, jadi bulan-bulanan cewek-ceweknya tentara, baca di sini

ah bodo amat, mungkin abang-abang kira gw ini tipe cewek yang gila seragam kali, digodain digombalin dikit langsung meleleh, ga segitunya sih, justru tipe cowok gw ada di salah satu tentara yang menurut gw beda, langka dan memancarkan aura positif #ehm# si abang langka ini ga pernah sama sekali ngajak gw ngomong, gw cuma suka meratiin aja sih, dia itu dingin sama cewek, jual mahal, belom pernah pacaran boooo, masih ori banget ya ampun, setiap jam 3.00 bangun buat ngaji sampe subuh, gw suka kebangun denger suara ngajinya yang baguuus, hafal beberapa juz quran (lha gw juz amma aja ga apal *hiks*) ibadahnya bagus, bonus ganteng pula.. rasanya pengen bilang "kakanda, maukah kamu menjadi suamiku?" plaaaaak! dia kan anak pesantren, apa mau ama gw :') hahaha

oke sorry curcol, sekarang kita mulai aja cerita tentang salah satu abang tentara teladan versi gw, namanya abang han** dari Grup 3 Kopassus

dia bagian ngetak-ngetik, dan kita tinggal di 1 rumah, selama di rumah itu, dia cuma sibuk sama laptop, jarang bercengkrama dengan kita, mahasiswi2 kece dari kota (Lah, dia juga dari kota haha)

Gue ga terlalu peduli dengan keberadaannya, hingga makin hari gue makin sadar karena..
...
Gue harus menyelesaikan laporan penelitian flora secepat mungkin, dan jumlahnya ada sekitar 90an laporan yang harus gue bikin, akhirnya abang tentara bantuin gue buat bikin laporan, yang penting gue kasih petunjuk aja *like a boss*

dan bang han** yang membantu gue

kita diungsikan di camp suatu yayasan, karena di situ ada wifinya, hampir seminggu..
di situ gue baru pertama kalinya komunikasi lisan sama bang han**

dia sudah kenal gue (yaiyalah yang paling kece kan gue! *brb ada yang demo di depan kosan haha) dan gue cuma tau kalo dia orang Grup 3, gaktau namanya siapa

akhirnya kita kenalan

hal yang pertama kali dia perlihatkan ke gue adalah.. hp-nya.. hpnya biasa aja sih, tapi di situ ada foto seorang anak balita..

"itu anak saya, namanya *****"
"hah? abang udah punya anak? wah abang nikah muda ya?"
"iya saya udah punya anak, saya kangen banget sama dia, emang kamu kira saya masih bujang ya?"
"iya saya kira abang masih bujang"

kita bikin laporan sambil si abang ini ceritain tentang keluarga kecilnya
tentang pertemuannya dengan sang istri, tentang masa-masa pacarannya, tentang pernikahannya, tentang kelahiran anaknya, tentang anaknya yang sempet lupa wajah papanya karena keseringan dinas..

wah gue antusias banget dengerinnya

makin hari makin gue peratiin tuh abang, bener2 beda banget sama tentara-tentara lainnya, yang udah punya istri aja masih banyak yang gaya-gayaan seolah2 single *ah ga usah di jabarin terlalu jauh, you know lah~*

si abang han** jauh sama istri dan anaknya
tapi dia ga pernah cari hiburan sendiri, ga ngegodain cewek-cewek lain (padahal ga sedikit loh cewek yang agresif dan kalap sama tentara *wtf*)
dia juga ga suka dangdutan, ga pernah judi, ga pernah minum2, ga pernah keluar malem kelayapan, ga pernah telfon2 cewek lain, sama kita2 mahasiswi kece aja dia bener2 pandai bersikap, ga pernah aneh2 lah

waah, ini abang-tentara-udah-nikah paling lurus yang pernah gue kenal di sini, sholatnya dia juga on time, dia juga suka nasehatin gue gimana sebaiknya bersikap ketika memiliki hubungan lebih dari teman dengan lawan jenis

beruntung banget istrinya punya suami kayak bang han** itu
super super beruntung, pantes aja istrinya anteng, jarang introgasi dia lg dimana? ama siapa? ngapain?

ya soalnya bang han** udah terpercaya banget kalo dia ga aneh2, ga macem2

kontras banget sama tingkah laku tentara yang lain, bagai air pegunungan yang masih murni dibandingkan dengan air sungai ciliwung *pilih, lu mau ngabisin waktu di ciliwung apa di air pegunungan? wahaha*

gue salut banget sama bang han**, dia ganteng, kariernya bagus, dia punya potensi untuk nyeleweng, tapi dia ga pernah macem2, dia bener2 contoh suami idaman (sama seperti gw mengidamkan tentara pesantren yang dingin itu)

sepulangnya ke Jakarta, tetangga gue yang orang marinir, bertanya:

"kamu abis ikut acara tentara?"
"iya pak"
"lama ya?"
"lumayan pak"
"jangan jatuh cinta sama tentara ya, yang bener itu 1:1000"
"iya pak"

dalam hati gue, si angka 1-nya itu adalah bang han** sedangkan angka 1000-nya itu yaa abang-abang lain yang kelakuannya gak karuan

gue salut!
semoga masih ada laki2 seperti bang han** yang Allah sisakan di dunia ini untuk menjadi pendamping hidup gue  ~aamiiin  (mungkinkah tentara pesantren itu? hihihi)

#candid# si tentara pesantren yang gue kagumi dari kejauhan :)
semoga keluarga kecil bang han** selalu berbahagia

you know, mimi mintuno adalah binatang yang sangat setia terhadap pasangannya, jadi kalo ada orang yang mengkhianati pasangannya.. it means that dia lebih rendah derajatnya dari binatang
..........

karena kesetiaan adalah segalanya
 

Template by Suck My Lolly - Background Image by TotallySevere.com